Harga minyak Brent naik 29 sen atau 0,28 persen menjadi 102,60 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 27 sen atau 0,29 persen menjadi 93,14 Dolar AS per barel.
Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan tajam pada perdagangan Kamis. Harga Brent melonjak lebih dari 4 Dolar AS per barel, sedangkan WTI naik lebih dari 2 Dolar AS setelah muncul laporan mengenai pembatasan ekspor bahan bakar China dan rencana Amerika Serikat (AS) menambah kekuatan militernya di Timur Tengah.
Kedua perkembangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi global dapat semakin parah. China diketahui mulai membatasi ekspor bahan bakar pada Maret setelah pecahnya perang AS-Israel di Iran, sebelum kembali melonggarkan pembatasan pada Juli.
Namun, pasar minyak masih menghadapi sejumlah faktor yang dapat menahan kenaikan harga. Salah satunya adalah tekanan AS kepada negara-negara Eropa untuk melepas cadangan diesel darurat guna membantu meredakan kenaikan harga bahan bakar global.
AS disebut meminta negara-negara Uni Eropa melepas sekitar 120 juta barel diesel dalam enam bulan ke depan. Langkah tersebut berpotensi menambah pasokan bahan bakar di pasar dan meredam tekanan harga.
Di sisi lain, perkembangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar. Wall Street Journal melaporkan AS mengirim kapal induk ketiga dan hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah, seiring Presiden Donald Trump mempertimbangkan langkah selanjutnya terhadap Iran.
BERITA TERKAIT: