Begitu dikatakan Ketua Umum Jaringan Nasional Alumni HMI MPO, Azwar dalam Seminar Kebangsaan bertajuk “Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Rangka Menjaga Kedaulatan NKRI”.
"Alumni HMI memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengikuti perkembangan persoalan kebangsaan dan memberikan gagasan yang dapat mendorong perbaikan kehidupan masyarakat," kata Azwar dalam keterangan tertulis, Sabtu 29 Agustus 2026.
Dia mengatakan, keberadaan jaringan alumni juga penting untuk memperluas ruang komunikasi antarelemen alumni HMI MPO sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ditambahkan Sekretaris Jenderal Jaringan Nasional Alumni HMI MPO yang juga Ketua Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY), Nasarudin, jaringan tersebut tidak dibentuk hanya untuk menghimpun alumni yang berada dalam satu barisan atau memiliki satu pandangan.
Menurut Nasarudin, kondisi kebangsaan saat ini justru membutuhkan keterlibatan alumni untuk ikut memikirkan arah Indonesia ke depan.
“Jaringan nasional alumni HMI MPO ini tidak semata-mata mewadahi yang satu barisan atau yang satu visi saja,” ujar Nasarudin.
Ia mengatakan para alumni memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif terhadap bangsa. Perbedaan latar belakang maupun pandangan tidak semestinya menjadi penghalang bagi alumni untuk bersama-sama memberikan gagasan bagi kepentingan masyarakat.
Nasarudin juga menyoroti program pembangunan yang dirancang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, agenda yang terangkum dalam Astacita membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Ia berpandangan jaringan alumni HMI juga dapat mengambil bagian dalam mendukung program-program pemerintah yang dinilai memiliki orientasi terhadap kepentingan rakyat.
“Asta Cita yang dirancang oleh Presiden Prabowo ini juga harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk jaringan alumni HMI,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: