Bantu UMKM Desa Naik Kelas Lewat Modal dan Pendampingan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Minggu, 30 Agustus 2026, 16:44 WIB
Bantu UMKM Desa Naik Kelas Lewat Modal dan Pendampingan
diskusi ekonomi bertajuk “Transformasi Ekonomi Pedesaan di Era Digital Menuju UMKM Desa yang Berdaya Saing” di UMKM Center Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu, 29 Agustus 2026. (Foto: Dok. Pribadi)
Kecil Besar
rmol news logo Pemuda desa kini dituntut tidak sekadar menjadi penonton atau objek pembangunan, tetapi mampu tampil sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
HUT RMOL news

Semangat itulah yang diusung Solidaritas Pemuda Pemudi Desa (Speda) melalui penguatan kapasitas UMKM serta pemanfaatan teknologi digital di pedesaan.

Hal itu mengemuka dalam diskusi ekonomi bertajuk “Transformasi Ekonomi Pedesaan di Era Digital Menuju UMKM Desa yang Berdaya Saing” di UMKM Center Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Forum ini turut dihadiri Kepala Kesbangpol Jateng Harso Susilo, Kadis DP3AKB Jateng Faisa Mukti, Kepala Balatkop Dinas Koperasi & UMKM Jateng Yusa Bramidha, Pengusaha HIPMI Syariah Jateng Brilliant Amira, serta Ketua Umum UMKM KOPITU Jateng Rahayu Senjayawati.

Ketua Umum DPN Speda, Fadli Rumakefing menegaskan, program pemberdayaan masyarakat pedesaan tidak boleh berhenti sebatas seremoni atau penyaluran bantuan cuma-cuma.

“Pemberdayaan yang kuat harus mengubah energi, inovasi, dan pengetahuan menjadi kemampuan nyata. Masyarakat desa harus bisa mengelola potensinya sendiri untuk bekerja, bertahan, dan tumbuh mandiri,” ujar Fadli kepada RMOL, Minggu, 30 Agustus 2026.

Guna memastikan gagasan tak berhenti di ruang diskusi, Speda menyerahkan bantuan modal usaha secara langsung kepada para pelaku UMKM yang hadir. Fadli menilai, kemudahan akses permodalan merupakan stimulan krusial agar UMKM desa sanggup naik kelas dan bersaing di era digital.

“Kami ingin pemberdayaan ini konkret. Bantuan modal ini adalah pemantik awal. Setelah ini, harus diikuti peningkatan kapasitas, inovasi produk, akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Speda merumuskan lima pilar utama transformasi desa, yakni energi memerdekakan berupa pemanfaatan energi produktif untuk kemandirian warga. Kedua, ekonomi naik kelas dengan penguatan teknologi, pembiayaan, dan perluasan pasar. Ketiga, komunitas tangguh untuk mengasah kemampuan beradaptasi dan inovasi kelembagaan desa.

Keempat, menyiapkan generasi masa depan melalui pelatihan keterampilan serta ruang gerak pemuda desa, serta kelima, kelestarian alam. Menurutnya, pembangunan ekonomi yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan.

Fadli menambahkan, digitalisasi desa juga harus dikawal dengan peningkatan literasi digital agar teknologi benar-benar memberi nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

"Teknologi harus hadir membantu pelaku UMKM dan pemuda desa membuka akses pasar lebih luas. Desa yang berdaya bukanlah desa yang terus bergantung pada bantuan, melainkan desa yang mampu mengelola potensinya dan menentukan masa depannya sendiri," tutup Fadli. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA