Langkah tersebut sekaligus membuka jalan bagi FrieslandCampina untuk menjadi pemegang saham pengendali baru ULTJ melalui transaksi pengambilalihan 100 persen saham FFI senilai sekitar Rp14,57 triliun.
Berdasarkan rospektus ULTJ, Sabtu 19 September 2026, transaksi tersebut dilakukan melalui penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng. Saham FFI akan diserahkan kepada ULTJ sebagai bagian dari pelaksanaan aksi korporasi penerbitan saham baru.
Pemegang saham FFI saat ini terdiri dari FrieslandCampina International Holding B.V. dengan kepemilikan 78,09 persen, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. sebesar 16,91 persen, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa sebesar 5 persen.
Dalam skema tersebut, hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang menjadi hak pemegang saham pengendali ULTJ akan dialihkan kepada para pemegang saham FFI.
Setelah seluruh transaksi rampung, FrieslandCampina diproyeksikan menguasai sekitar 28,95 persen hingga 30,81 persen saham ULTJ. Perubahan pengendalian itu selanjutnya akan diikuti dengan penawaran tender wajib kepada pemegang saham publik sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski terjadi perubahan pengendalian, keluarga Prawirawidjaja tetap menjadi salah satu pemegang saham signifikan ULTJ. Sabana Prawirawidjaja juga tetap menjabat sebagai Direktur Utama.
Di sisi bisnis, ULTJ dan FFI akan tetap menjalankan usaha masing-masing dengan merek serta organisasi yang berbeda. Namun, kedua perusahaan akan berada dalam satu grup setelah transaksi selesai.
Rencana ini menjadi bagian dari kerja sama strategis ULTJ dengan FrieslandCampina. FFI sendiri telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari satu abad dan memiliki portofolio produk susu yang melengkapi bisnis ULTJ.
Bagi ULTJ, kombinasi tersebut membuka ruang untuk memperluas skala usaha sekaligus memperkaya portofolio produk di industri susu dan minuman.
Namun, transaksi belum final. ULTJ masih harus memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, selain memenuhi persetujuan regulator terkait.
BERITA TERKAIT: