Gus Yahya mengklaim kepengurusan PBNU masa khidmah 2021-2026 menjalankan amanah dengan berbagai keterbatasan, kelebihan, dan ketidaksempurnaan. Menurutnya, kepengurusan PBNU berusaha membaca perubahan zaman, mengambil sejumlah pilihan, dan menjalankan apa yang mampu dilakukan.
“Ada yang berhasil, ada yang belum sempurna, ada yang masih membutuhkan waktu, dan ada yang mungkin terdapat keputusan-keputusan kami yang sebetulnya kelak dinilai perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Atas berbagai kekurangan tersebut, Gus Yahya menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada NU, warga NU, dan sejarah NU.
Kendati begitu, Gus Yahya bersyukur LPJ PBNU masa khidmah 2021?"2026 telah diterima dengan baik secara aklamasi oleh para peserta Muktamar Ke-35 NU.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar gugurnya kewajiban organisasi, melainkan cerminan kebersamaan, kepercayaan, dan keikhlasan yang dirawat sepanjang perjalanan lima tahun terakhir.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus PBNU, jajaran PW, PC, PCI, hingga para kader di akar rumput,” ungkap Gus Yahya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas keteguhan dan bimbingan para masyayikh, serta kerja keras yang tak kenal lelah demi menjaga kehormatan dan kemaslahatan jam’iyah.
“Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal yang penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: