Hal itu disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira dalam keterangan resmi, Jumat 21 Agustus 2026.
"Persoalannya bukan dari mana datangnya bantuan, tapi bagaimana kesulitan yang mereka hadapi agar segera teratasi. Baik bantuan tanggap darurat untuk mengatasi kebutuhan hidup sehari-hari seperti sandang-pangan, serta kebutuhan akan hunian yang aman," kata Andreas.
Karena itu, Andreas berharap pemerintah memperhatikan tahapan penanganan bencana ini secara komprehensif, khususnya
recovery bangunan rumah warga terdampak serta fasilitas umum serta akses infrastruktur yang menghubungkan daerah-daerah di Flores.
"Ini semua tentu butuh waktu, namun kalau bisa lebih cepat akan lebih baik," kata Andreas.
Menyoroti sikap pemerintah terkait bantuan asing, Andreas yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini menyatakan bahwa seharusnya bantuan itu lebih dipandang dari perspektif kemanusiaan.
"Namun apabila pemerintah Indonesia punya pandangan lain, maka mengelola bantuan ini harus menjadi tanggung jawab penuh pemerintah, baik pelaksanaan tanggap darurat maupun proses
recovery fisik dan mental sosial secara cepat,” kata Andreas
Sebagai jalan tengah, agar tidak terkesan seolah menolak atau tidak membutuhkan uluran tangan negara lain, maka Andreas menegaskan bila ada tawaran bantuan dari luar negeri, sebaiknya melalui pemerintah.
BERITA TERKAIT: