Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Kehutanan, Jumat, 21 Agustus 2027, operasi pengendalian karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, hingga masyarakat.
"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi.
Data operasi mencatat sedikitnya 12.880 personel gabungan telah dikerahkan di tiga provinsi prioritas. Rinciannya, 1.410 personel bertugas di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.
Para personel melakukan pemantauan titik panas (hotspot) dan laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, hingga pemadaman darat.
Operasi juga mencakup pembasahan dan pendinginan area, penyekatan lokasi terbakar, serta penjagaan di wilayah rawan untuk mencegah api kembali muncul. Dukungan udara turut disiapkan melalui helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.
Selain memperkuat personel dan peralatan, pemerintah juga membangun serta mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas. Langkah ini dilakukan karena sumber air permukaan untuk pemadaman semakin terbatas akibat kondisi kering.
Keberadaan sumur bor diharapkan memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan proses pembasahan dan pendinginan, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan.
BERITA TERKAIT: