Dukungan tersebut diwujudkan lewat aksi konkret pembenahan tata kelola lingkungan dan edukasi persampahan yang digalang Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kemendagri, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan, penanganan krisis sampah tidak lagi bisa mengandalkan pendekatan seremonial. Sebaliknya, hal ini membutuhkan perubahan budaya secara radikal yang dimulai dari tingkat rumah tangga hingga masyarakat luas.
"Upaya untuk mengatasi persoalan ini telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk meneruskannya sampai ke tingkat masyarakat, bahkan ke lingkungan rumah tangga," tegas Tomsi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sesuai arahan Mendagri, instansinya mendorong pemilahan sampah langsung dari sumbernya. Selain menekan volume buangan, sampah harus dipandang sebagai sesuatu yang memiliki nilai manfaat jika dikelola secara tepat, seperti diolah menjadi energi listrik, pelet, maupun produk industri lainnya.
Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud menyampaikan gerakan tersebut digulirkan untuk menggelorakan semangat peringatan HUT ke-81 RI. Kemendagri tidak hanya melakukan pembenahan di lingkungan internal birokrasi, tetapi juga memfasilitasi pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat tata kelola persampahan.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui
kick-off Rapat Koordinasi
Local Service Delivery Project (LSDP) yang melibatkan 30 pemerintah daerah. Program LSDP dirancang untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan armada pengangkut hingga dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 100-150 ton per hari.
Rangkaian acara melibatkan sekitar 800 peserta dari unsur kementerian, perwakilan Pemda, pelaku usaha, hingga masyarakat ini juga diisi dengan pameran inovasi teknologi persampahan. Booth swasta dan penyedia teknologi (
offtaker) dihadirkan untuk membuka peluang kolaborasi investasi pengolahan sampah di daerah.
Di sisi lain, edukasi sejak usia dini turut menjadi fokus mendasar. Puluhan siswa TK dan SD dilibatkan dalam kegiatan mendongeng, panggung puisi, hingga lomba mewarnai bertema lingkungan untuk menanamkan budaya membuang dan memilah sampah sejak dini.
BERITA TERKAIT: