Sudarnoto menilai pernyataan Prabowo di Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, yang mengakui Indonesia seolah-olah kurang berdaya membantu Palestina merupakan pengakuan jujur atas kondisi yang dihadapi saat ini.
"Ini pengakuan yang jujur," ungkap Sudarnoto kepada RMOL, Minggu, 20 September 2026.
Pasalnya, Israel tetap tidak bergeming dan terus melakukan pembunuhan massal terhadap warga Palestina, meski berbagai upaya diplomasi melalui Dewan Keamanan PBB serta dukungan negara-negara besar telah dilakukan.
Lebih lanjut, Sudarnoto mengapresiasi ajakan Prabowo kepada para kiai, ulama, pendidik, dan santri untuk memperkuat bangsa Indonesia sehingga memiliki kemampuan lebih besar dalam membantu Palestina.
Menurutnya, sikap tersebut memang semestinya ditunjukkan seorang kepala negara dalam menyikapi persoalan Palestina.
"Saya juga menyampaikan penghargaan kepada pak Prabowo yang mengajak para kiai, ulama, pendidik dan santri untuk ikut memperkuat bangsa Indonesia agar bangsa ini membantu Palestina," kata Sudarnoto.
Dia menilai Indonesia perlu mengambil peran yang lebih aktif untuk mendorong penghentian kekerasan, memperluas bantuan kemanusiaan, hingga memperjuangkan sanksi internasional terhadap Israel.
Sudarnoto juga meminta pemerintah memastikan Indonesia tidak berkompromi untuk membangun hubungan diplomatik dengan Israel, serta memastikan tidak ada produk Israel dan yang terafiliasi dengan Israel di Indonesia.
"Dibutuhkan langkah-langkah yang kongkrit dan terukur termasuk memberikan jaminan Indonesia tidak akan terpengaruh oleh siapapun untuk membangun hubungan diplomasi dengan Israel, menjamin tidak ada produk Israel dan yang terafiliasi dengan Israel, menjamin tidak ada gerakan zionis di Indonesia," tegasnya.
BERITA TERKAIT: