Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, terdapat dua ancaman utama yang harus diwaspadai apabila El Nino menguat, yakni kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut AHY, prioritas pertama pemerintah adalah memastikan ketersediaan air tetap terjaga melalui pengelolaan sumber daya air yang efisien, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat maupun irigasi pertanian tetap terpenuhi.
"Sumber daya air yang harus dikelola dengan efisien untuk memastikan suplai air bersih untuk rumah tangga, termasuk tentunya irigasi untuk mengairi sawah-sawah dan meningkatkan atau menjaga produktivitas pertanian kita juga dapat dijamin dengan baik," ujar AHY.
Untuk menjaga ketersediaan air, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif melalui operasi modifikasi cuaca apabila kondisi di lapangan mengharuskannya.
Upaya tersebut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama BMKG guna mempertahankan debit air di waduk maupun danau sebagai sumber pasokan air baku dan irigasi.
"Kemudian tentunya selain itu kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan, tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau," jelasnya.
Selain ancaman kekeringan, AHY menegaskan pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)selama musim kemarau.
Menurutnya, pengendalian titik api sejak dini serta menjaga kelembapan lahan gambut menjadi bagian penting dari strategi mitigasi agar bencana karhutla tidak meluas.
"Ini juga sesuatu yang serius harus kita antisipasi, jangan sampai titik-titik api tidak bisa kita kontrol dengan baik. Tanah lahan gambut itu juga harus tetap dalam kondisi yang basah. Ini untuk memitigasi potensi kebakaran hutan. Saya rasa itu ya, sebagai pendekatan," tegas AHY.
BERITA TERKAIT: