Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan pihaknya terus memperkuat langkah perlindungan kesehatan di berbagai daerah dengan mempertimbangkan tingkat risiko masing-masing wilayah.
Menurutnya, El Nino tidak hanya berkaitan dengan perubahan cuaca dan iklim, tetapi juga berpotensi memicu berbagai persoalan kesehatan.
Dampaknya antara lain keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penurunan kualitas udara, hingga gangguan terhadap ketahanan pangan.
"Kementerian Kesehatan akan terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat langkah-langkah perlindungan kesehatan masyarakat sesuai dengan tingkat risiko di masing-masing wilayah," ujar Widyawati, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Untuk menekan risiko gangguan kesehatan, masyarakat diminta melakukan langkah pencegahan secara mandiri.
Di antaranya dengan mengenakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat.
Masyarakat juga diimbau rutin memantau Indeks Kualitas Udara (IKU), memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu ekstrem, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya.
Kemenkes juga meminta masyarakat tetap tenang, selektif menerima informasi, dan mengikuti pembaruan cuaca dari instansi berwenang serta informasi kesehatan resmi pemerintah.
"Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. Lindungi diri, lindungi keluarga, dan lindungi kelompok masyarakat yang paling rentan," kata Widyawati.
BERITA TERKAIT: