Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menanggapi pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran pimpinan sektor pertahanan, keamanan, intelijen, dan penegakan hukum di Istana Negara pada Sabtu malam, 11 Juli 2026,
"Model seperti ini lazim dilakukan ketika kepala negara ingin memastikan seluruh institusi memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan negara," kata Amir, dikutip Selasa 14 Juli 2026.
Pertemuan bersama dinilai lebih efektif dibanding komunikasi secara terpisah karena mampu menghilangkan ruang tafsir yang berbeda di antara para pimpinan institusi.
“Dalam teori manajemen krisis, kepala negara harus menjadi titik temu seluruh institusi. Pesan utamanya adalah tidak boleh ada ego sektoral dan semua aparat harus tetap berada dalam satu garis komando negara,” kata Amir.
Amir menilai Presiden Prabowo memiliki kepentingan besar menjaga agar agenda pemberantasan korupsi tidak berubah menjadi konflik terbuka antarpenegak hukum.
Apabila rivalitas institusional dibiarkan berkembang, kata Amir, maka dampaknya bukan hanya terhadap proses hukum, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas politik, keamanan nasional, hingga kepercayaan investor.
“Dalam perspektif keamanan nasional, ancaman terbesar bukan semata perkara korupsinya, melainkan apabila terjadi polarisasi antarlembaga negara. Itu yang harus dicegah,” kata Amir.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: