Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menilai masyarakat perlu menyikapi informasi ekonomi secara rasional dengan memisahkan antara analisis, opini, dan data yang telah terverifikasi.
Menurut Amir, setiap negara memang menghadapi tantangan fiskal di tengah perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, perang dagang, konflik di berbagai kawasan, hingga tingginya volatilitas harga energi dan pangan.
Namun, kata Amir, kondisi tersebut tidak otomatis dapat disimpulkan sebagai tanda bahwa sebuah negara menuju kebangkrutan.
“Narasi yang dibangun terlalu jauh jika langsung menyimpulkan Indonesia berada di ambang bangkrut," kata Amir, dikutip Rabu 29 Juli 2026.
Dalam dunia intelijen, publik harus bisa membedakan membedakan antara indikator risiko dengan kesimpulan akhir.
"Risiko memang ada, tetapi kesimpulannya harus berdasarkan kumpulan data yang utuh,” kata Amir.
Ia menjelaskan, defisit anggaran merupakan instrumen yang lazim digunakan berbagai negara untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Selama pembiayaan masih berada dalam koridor yang dapat dikelola, defisit bukanlah indikator tunggal kegagalan negara," pungkas Amir.
BERITA TERKAIT: