
Saham Toyota Motor turun lebih dari 5 persen pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026.
Penurunan ini terjadi karena investor khawatir kinerja keuangan produsen mobil terbesar di dunia tersebut masih akan tertekan saat merilis laporan keuangan kuartalan pada Selasa esok.
Toyota diperkirakan akan mencatat penurunan laba operasional selama lima kuartal berturut-turut. Tekanan tersebut dipicu oleh melemahnya penjualan kendaraan serta kenaikan biaya operasional dan produksi.
Berdasarkan konsensus delapan analis yang disurvei LSEG, Toyota diproyeksikan membukukan laba operasional sebesar 1,11 triliun Yen (sekitar 7,04 miliar Dolar AS) pada periode April-Juni 2026. Angka itu diperkirakan turun 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain menunggu hasil keuangan, investor juga akan mencermati penjelasan manajemen mengenai dampak gempa bumi yang mengguncang Jepang bagian selatan pekan lalu.
Pasar ingin mengetahui apakah gempa tersebut mengganggu operasional pabrik Toyota dan berpotensi memengaruhi target produksi maupun penjualan perusahaan pada kuartal berikutnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: