Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, transformasi tersebut diwujudkan lewat penguatan identitas nusantara serta modernisasi layanan di seluruh terminal.
"Kita dorong supaya Bandara Soekarno-Hatta menjadi etalasenya Indonesia, sehingga masyarakat domestik maupun luar negeri bisa menikmati wajah Indonesia di Soekarno-Hatta," ujar Menhub Dudy dalam keterangannya, Minggu, 12 Juli 2026.
Langkah agresif Kemenhub ini merespons instruksi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meminta percepatan pembenahan ekosistem kebandarudaraan nasional.
Untuk merealisasikan target tersebut, Kemenhub menginstruksikan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mempercepat
beautification di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.
Dudy menjelaskan, Terminal 1 dan 2 kini diperkuat dengan sentuhan etnik tradisional Indonesia, sedangkan Terminal 3 dikembangkan berkonsep futuristik dengan fasilitas modern. Kekayaan seni dan suku budaya nasional akan dipamerkan secara berkala di area terminal.
"Kalau kita berkaca dari Changi Singapura, mereka betul-betul menampilkan wajah negaranya di bandara. Indonesia punya modal materi suku, budaya, dan seni yang amat kaya, jadi tidak akan kehabisan bahan untuk ditampilkan di Soetta," jelas Dudy.
Menko IPK AHY sebelumnya menekankan pentingnya sinergi penataan tata kelola dan aksesibilitas untuk mendongkrak daya saing Bandara Soetta di level global.
"Semangat kita menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top 10 bandara terbaik dunia pada 2029. Tentu harus diikuti dengan penguatan aksesibilitasnya," tegas AHY.
Sebagai informasi, posisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini berada di peringkat ke-22 dalam daftar 100 bandara terbaik dunia (
World's Top 100 Airports) versi Skytrax 2026.
BERITA TERKAIT: