Demikian disampaikan pegiat politik sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto Andri dalam acara Seminar bertajuk "Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis Politik Pemerintahan Prabowo", yang diselenggarakan Program Studi Doktor Ilmu Politik Univeritas Nasional di Menara Unas, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa 7 Juli 2026.
"Kenapa? Secara sederhana saya melihat hanya Prabowo yang hari ini yang mampu menegakkan hukum sebaik-baiknya melawan oligarki," kata Andri, dikutip Rabu 8 Juli 2026.
Sebagai contoh, alumni FISIP Unas itu menyinggung penanganan perkara yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Menurutnya, meski memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh di sekitar presiden, proses hukum terhadap Nadiem tetap berjalan.
"Kita semua tahu, Nadiem adalah orang dekat Prabowo, tetapi dia membiarkan Nadiem diadili. Terlihat jelas Prabowo menghendaki tegaknya supremasi hukum," kata Andri.
Ia juga menyinggung penanganan dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kedekatan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dengan presiden tidak menjadi penghalang bagi penegakan hukum.
"Begitu tahu dia korupsi, Prabowo tidak segan memecatnya dan meminta Kejaksaan Agung memeriksa tiga mantan pimpinan BGN yang berujung pada penetapan status tersangka kepada mereka dan ditahan," kata Andri.
Menurut Andri, berbagai langkah tersebut menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam menegakkan konstitusi dan supremasi hukum.
"Jadi, saya berani mengambil kesimpulan, Prabowo sedang menegakkan konstitusi secara benar," kata Andri.
Dalam seminar tersebut, Andri bersama sejumlah narasumber lain, seperti Fuad Bawazier, Selamat Ginting, Irma Indriyani dan lainnya membahas tantangan pemerintahan Prabowo dari berbagai perspektif politik dan geopolitik.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: