Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengingatkan, masyarakat dan mahasiswa agar tidak mudah terhasut oleh narasi yang beredar di media sosial.
Dudung menyoroti maraknya pemanfaatan video-video lama yang diunggah ulang dengan narasi menyesatkan seolah-olah menggambarkan aksi demonstrasi terbaru.
"Itulah cara disinformasi bekerja. Sebuah penyesatan informasi yang belakangan makin menjadi penyakit di ruang-ruang digital," ujar Dudung dikutip Senin, 17 Agustus 2026.
Berdasarkan analisis Monash University Indonesia, salah satu video yang beredar merupakan dokumentasi aksi di kawasan Bundaran HI pada 12 Juni 2026, bukan peristiwa mutakhir. Menurut mantan KSAD ini, rekayasa informasi semacam itu disengaja untuk membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat.
"Bukan itu saja, dapat menyebabkan masyarakat resah dan takut, padahal kondisi politik dan keamanan baik-baik saja, alias terkendali," tegas Dudung.
Senada dengan itu, pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai dinamika gerakan massa belakangan ini perlu dicermati karena mengarah pada agenda politik yang terorganisir.
Wawan menyinggung fakta ditemukannya peserta aksi yang terlibat karena imbalan materi sebagai bukti adanya penunggang politik di balik demonstrasi.
"Pengakuan Presiden yang menemukan fakta sebagian peserta aksi mengikuti demonstrasi karena mendapat bayaran merupakan bukti bahwa terdapat aksi massa yang bermuatan politis, dan merupakan bagian dari upaya subversi guna mendegradasi citra positif Pemerintah," jelas Wawan.
Ia menambahkan, pemerintah telah mengantongi pemetaan terkait aktor maupun pola gerakan yang dimainkan dalam aksi-aksi tersebut.
"Sangat wajar jika beliau juga sudah memiliki strategi
problem solving guna mengeliminasi ancaman terkait," tambahnya.
Di tengah peringatan HUT RI, Wawan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap memelihara persatuan dan menyalurkan aspirasi secara damai.
"Ajakan kepada seluruh komponen bangsa untuk kompak merupakan sinyalemen bahwa Presiden Prabowo membuka pintu untuk sinergitas dan penyamaan persepsi di dalam membangun bangsa," pungkas Wawan.
BEM UI direncanakan menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi ini dikonfirmasi Ketua BEM UI Yatalathof Imawan yang menyebut akan memulai aksi pada pukul 13.00 WIB.
BERITA TERKAIT: