Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari dukungan pemerintah terhadap Program 3 Juta Rumah. Menurut Maruarar, sejak awal pemerintah Prabowo berkomitmen mempermudah akses masyarakat untuk memiliki rumah, termasuk menghapus sejumlah biaya yang sebelumnya menjadi beban masyarakat.
"Presiden Prabowo adalah presiden yang pertama memberikan BPHTB dan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) gratis kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Dulu namanya IMB dan masyarakat harus membayar, rakyat miskin itu bayar. Tapi di zaman Presiden Prabowo dibuat gratis," kata pria yang akrab disapa Ara di Kantor OJK, Jakarta, Senin 6 Juli 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan perintah langsung Prabowo di awal pemerintahannya.
"Itu baru satu bulan jadi Presiden, beliau sudah perintahkan saya. Memang hatinya ada sama rakyat," ujarnya.
Selain menggratiskan BPHTB dan PBG, Ara menyebut pemerintah memberikan berbagai insentif lain untuk mendukung sektor perumahan. Di antaranya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), peningkatan kuota fasilitas pembiayaan perumahan dari 228 ribu unit menjadi 350 ribu unit, hingga penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5 persen menjadi 4 persen yang diharapkan memperluas ruang pembiayaan perbankan.
Berbagai kebijakan tersebut merupakan hasil sinergi lintas kementerian dan lembaga. Selain itu program renovasi rumah bagi masyarakat miskin, kata Ara yang juga mengalami lonjakan pada tahun ini.
"Tahun lalu rumah yang direnovasi sebanyak 45 ribu unit. Tahun ini naiknya bukan deret tambah tapi deret kali jadi 400 ribu unit. Jadi kita renovasi rumah-rumah rakyat yang miskin," tandasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: