Kesultanan di Sumatera Utara Penjaga Nilai Keagamaan dan Budaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 03 Juli 2026, 19:43 WIB
Kesultanan di Sumatera Utara Penjaga Nilai Keagamaan dan Budaya
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (dua kiri). (Foto: Istimewa)
rmol news logo Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apresiasi tinggi kepada delapan Kesultanan di kawasan Sumatera Timur, yang kini telah bertransformasi menjadi wilayah Sumatera Utara.

DikatakanAHY, keberadaan Kesultanan tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga tetap relevan dalam menjaga kohesi sosial, nilai-nilai keagamaan, serta identitas budaya Melayu di Sumatera Utara. 

"Saya melihat Kesultanan bukan hanya sebagai penjaga sejarah, tetapi juga penjaga nilai, penjaga persatuan, dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat," kata AHY dalam keterangan tertulis, Jumat 3 Juli 2026.

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengapresiasi berbagai peran yang masih dijalankan Kesultanan melalui pengelolaan masjid-masjid bersejarah, pembinaan masyarakat, serta berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang terus hidup hingga saat ini. 

Kata dia, pemerintah akan terus mendorong sinergi antara Kesultanan, pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Ia juga membuka ruang komunikasi lebih lanjut apabila terdapat kebutuhan pengembangan sarana pendidikan keagamaan maupun fasilitas sosial kemasyarakatan yang dapat disinergikan dengan program kementerian dan lembaga terkait. 

""Bagi kami, pembangunan bukan hanya membangun infrastruktur fisik. Pembangunan juga harus memperkuat nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat," demikian AHY. 

Hadir dalam forum silaturahmi ini antara lain, Tengku Zainul Abiddin dari Kesultanan Kualuh Leidong, Tuanku Tengku Ahmad Thala'a dari Kesultanan Serdang, Tengku Faradiba dari Kesultanan Bilah, Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji dari Kesultanan Deli.

Lalu Tengku David Syah dari Kesultanan Panai, Tengku Irvan Bahran dari Kesultanan Kota Pinang, Tengku Arievanda Azis dari Kesultanan Langkat, Tengku Muhammad Alvin Anda Abdul Jalil Rahmadsyah dari Kesultanan Asahan, Pemangku Agung H. Syarifuddin Siba, dan Irwansyah Lubis.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA