Prabowo Ingin Bertemu Orang Pinter Tiap Bulan untuk Bahas Masa Depan Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 28 Juni 2026, 11:54 WIB
Prabowo Ingin Bertemu Orang Pinter Tiap Bulan untuk Bahas Masa Depan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginannya untuk mempererat komunikasi dengan kalangan perguruan tinggi melalui pertemuan rutin bersama para rektor dan guru besar.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.

Di hadapan sekitar 2.600 guru besar, rektor, peneliti, dan akademisi dari seluruh Indonesia, Presiden menegaskan bahwa pertemuannya dengan para pimpinan perguruan tinggi selama ini masih belum cukup.

Untuk itu, ia mengusulkan agar pertemuan dengan para rektor dapat digelar lebih rutin, bahkan bila perlu setiap bulan.

"Karena itu, menurut saya, dan saya kalau empat kali ketemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita ketemu. Benar, saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar," kata Prabowo.

Presiden mengaku memahami kesibukan para rektor dan profesor di Jakarta yang kerap diminta hadir dalam berbagai agenda dan diskusi. Sementara bagi akademisi dari Bandung, ia menilai jarak bukan lagi kendala berkat kehadiran kereta cepat Whoosh.

"Yang di Bandung pun tidak ada alasan karena sekarang ada 'Whoosh'. Dipanggil ya 45 menit bisa di Jakarta kan?" ujarnya, yang disambut tawa peserta sarasehan.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan sebuah kapal besar yang hanya bisa bergerak maju apabila seluruh elemen bangsa bersedia bekerja sama dan saling bertukar gagasan. 

Karena itu, menurutnya, perbedaan pandangan di lingkungan akademik tidak boleh dipandang sebagai persoalan, melainkan sebagai bagian dari proses melahirkan pemikiran terbaik bagi bangsa.

"Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Di situ disebut bahwa kampus punya academic freedom, academic freedom, kebebasan akademis, bukan kebebasan yang lain-lain," tegasnya.  

Prabowo memastikan seluruh usulan dan pertanyaan yang disampaikan peserta KSTI 2026 akan menjadi perhatian pemerintah. 

"Saya janji satu-satu akan saya perhatikan. Saudara-saudara, jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau apa, saya segera tindak lanjuti," pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA