Menurut Andi Arief, selama berada di luar pemerintahan, Partai Demokrat memilih menjalankan fungsi kontrol dan kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui mekanisme demokrasi yang berlaku.
“Sejak 2014 sampai 2024 Partai Demokrat menjadi oposisi secara konsisten. Tidak main mata terhadap kekuasaan,” ujar Andi Arief lewat akun X miliknya, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia mengingatkan, Partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono itu bahkan menghadapi berbagai tekanan politik, termasuk upaya pengambilalihan partai yang sempat mengancam eksistensi organisasi.
Meski demikian, kata Andi, berbagai dinamika tersebut tidak pernah membuat Partai Demokrat berpikir untuk menurunkan pemerintahan yang sedang berkuasa melalui cara-cara di luar konstitusi.
“Partai hampir saja direbut. Tetapi sedikit pun tidak pernah terbersit ingin menurunkan pemerintah saat itu,” tegasnya.
Andi menambahkan, sebagai partai politik yang berada dalam sistem demokrasi, Partai Demokrat tetap menghormati hasil pemilu dan legitimasi pemerintahan yang terbentuk melalui proses konstitusional.
Karena itu, kritik yang disampaikan selama menjadi oposisi ditujukan sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, bukan untuk menggulingkan kekuasaan.
“Apalagi dengan menggerakkan kekuatan nonparlemen,” pungkas Andi Arief.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: