Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Rabu, 12 Agustus 2026, 04:10 WIB
Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam
Booth Newport dalam event The Sound Project di Ancol, Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Promosi minuman keras (miras) berkedok tantangan (challenge) hafalan Al-Qur'an saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara telah melukai perasaan umat Islam.

Demikian penegasan Wakil Ketua Umum MUI, KH M. Cholil Nafis, dikutip dari MUI Digital, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurut Kiai Cholil, siapa pun yang merasa Muslim, beragama, pasti merasa sakit mendengar bagaimana ayat-ayat suci ditempatkan di tempat yang tidak suci, bahkan dikotori. 

"Apalagi ayat-ayat itu dijadikan bagian dari promosi minuman yang dilarang oleh ayat-ayat suci," kata Kiai Cholil.

Karena itu, menurut Kiai Cholil, pihak yang menyelenggarakan kegiatan tersebut harus bertanggung jawab. 

“Maka, yang menyelenggarakan harus bertanggung jawab,” kata Kiai Cholil.

Kiai Cholil menegaskan, alasan bahwa kegiatan tersebut berada di luar koordinasi tidak semestinya menjadi dasar untuk menghindari tanggung jawab.

MUI meminta seluruh pihak terkait membuka informasi secara terang agar persoalan tersebut dapat ditelusuri secara objektif.

Kiai Cholil menilai langkah hukum penting dilakukan untuk menjaga penghormatan terhadap agama sekaligus mencegah terulangnya penggunaan simbol dan ayat suci untuk kepentingan promosi produk yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Kiai Cholil.

Pihak penyelenggara The Sounds Project menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram @thesoundsproject pada Selasa 11 Agustus 2026 merespons promosi miras menggunakan challenge membaca surat Ad-Dhuha. 

Kasus ini bermula ketika unggahan sebuah akun Threads bernama @JARRKOJARR mendadak viral di media sosial. Akun tersebut membagikan pengalamannya saat mendatangi festival musik The Sounds Project pada 9 Agustus 2026. 

Dalam unggahannya, terlihat sebuah booth produk minuman beralkohol, Newport, yang menggelar gimik promosi berupa tantangan menghafal Surat Ad-Dhuha dengan imbalan hadiah sebotol miras.

Pihak Sounds Project menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sepenuhnya di luar pengetahuan, arahan, maupun persetujuan panitia.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi dalam bentuk apa pun,” tulis pernyataan resmi manajemen The Sounds Project.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA