Prabowo Terharu Dengarkan Perjuangan Anak-anak Penerima Manfaat Sekolah Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 07 Juni 2026, 16:34 WIB
Prabowo Terharu Dengarkan Perjuangan Anak-anak Penerima Manfaat Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo Subianto memeluk salah satu siswa SRMP 17 Tabanan (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto mendengarkan langsung berbagai kisah perjuangan anak-anak penerima manfaat Sekolah Rakyat saat mengunjungi SRMP 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026.

Salah satu calon siswa, Bagus, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran program Sekolah Rakyat yang dinilai sangat membantu keluarganya. 

Dengan suara penuh haru, ia mengaku tidak memiliki cukup kata untuk menggambarkan besarnya manfaat yang dirasakan sejak program tersebut hadir. 

“Untuk Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini, keluarga kami jadi, saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih sekali Bapak Presiden,” ujar Bagus.

Momen emosional juga terjadi ketika Prabowo mendengarkan kisah Rizky, salah seorang siswa Sekolah Rakyat yang berhasil mengatasi keterbatasannya. 

Rizky mengaku sempat tidak mampu membaca saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun melalui pendampingan guru, wali asuh, dan wali asrama di Sekolah Rakyat, kemampuan membaca yang sebelumnya menjadi kendala kini berhasil dikuasainya dengan baik. 

“Saya pas SD (Sekolah Dasar) itu, saya enggak bisa membaca dan pas ada Sekolah Rakyat itu, saya diajarkan dengan guru, wali asuh, wali asrama. Habis itu saya diajarkan sampai lancar membaca. Habis itu saya diajarkan dengan guru. Lantas itu saya lancar membaca,” kata Rizky sebelum menunjukkan kemampuannya membaca di hadapan Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, calon siswa Kadek Dewi Lestari bersama ibunya, Ni Nyoman Martini, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas kesempatan pendidikan yang kini terbuka bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dengan mata berkaca-kaca, Martini mengaku bersyukur putrinya dapat melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. 

“Terima kasih Bapak. Terima kasih Pak, anak saya sudah mau masuk sekolah,” tuturnya.

Prabowo kemudian berbincang langsung dengan Kadek Dewi yang bercita-cita menjadi guru tari. Mendengar impian tersebut, Presiden memberikan motivasi agar ia terus belajar dengan tekun demi mewujudkan cita-citanya. 

“Belajar yang baik ya, nanti belajar yang baik ya,” pesan Prabowo kepada siswi tersebut.

Kisah lain datang dari Ni Kadek Aryani, remaja berusia 15 tahun yang sempat putus sekolah selama dua tahun setelah lulus sekolah dasar akibat keterbatasan ekonomi keluarga. 

Putri seorang petani itu mengaku sejak lama ingin kembali bersekolah dan menyambut penuh antusias kesempatan bergabung dengan Sekolah Rakyat. 

“Saya kepingin sekali dari dulu sekolah. Saya sudah tamat SD. Dua tahun sudah nggak sekolah. Terus ada pengawasnya ke rumah. Minta, dimintain sekolah. Saya kepingin sekali sekolah itu,” ungkapnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA