Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Absorbed Natural Gas (ANG), teknologi yang diklaim berpotensi menjadi alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) sekaligus membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gas.
"Tadi energi tadi kan kita bisa memberikan solusi untuk menghemat gas, untuk bisa menghemat devisa. Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar ya, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," ujar Kepala BRIN Arif Satria saat tiba di Istana.
Selain sektor energi, BRIN juga akan memperkenalkan inovasi di bidang pangan, termasuk varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan berkadar garam tinggi, serta berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Menurut Arif, percepatan produksi benih hasil riset BRIN terus dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian agar dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
"Nah itu padi biosalin. Kami juga sudah punya dan sekarang itu yang paling penting adalah bagaimana proses percepatan produksi dari benih-benih yang dihasilkan oleh BRIN supaya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga kami dengan Kementan selalu berkoordinasi, selalu berkolaborasi," papar Arif.
BERITA TERKAIT: