“Meminta aparat kepolisian segera menemukan jaringan pemasok senjata tersebut,” kata Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil kepada
RMOL sesaat lalu, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut Nasir, penemuan 995 senjata tersebut tergolong sangat besar dan mengejutkan. Sehingga, harus diusut pemasok senjata tersebut.
Di sisi lain, Legislator PKS itu menyebut bahwa temuan senjata tersebut menunjukkan bahwa peredaran gelap senjata masih terus terjadi hingga saat ini.
“Lokasi penemuan itu ada di Jakarta, kota di mana terletak pusat pemerintahan dan gedung-gedung objek vital lainnya. Kita bisa bayangkan di daerah-daerah juga sangat mungkin beredar senjata gelap yang digunakan untuk kejahatan?” sesal Nasir.
Lebih jauh, Nasir mengatakan bahwa pihaknya tak ingin berspekulasi mengenai adanya isu kerusuhan Agustus di Jakarta. Oleh karenanya, ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pemasok senjata tersebut.
“Pengungkapan jaringan menjadi penting agar warga waspada dengan kelompok-kelompok yang masih berafiliasi dengan organisasi teroris?” pungkas Nasir.
Sebelumnya, Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Temuan ini diungkap Hermawanto selaku kuasa hukum pihak sekolah. Ia mengatakan penemuan berawal saat sejumlah orang membuka ruangan tersebut karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.
"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.
BERITA TERKAIT: