Sebelum pertandingan dimulai pada Sabtu 15 Agustus 2026, para pemain muda, ofisial, panitia, dan penonton bersama-sama mengheningkan cipta untuk mendoakan para korban bencana.
Terlihat para pemain dari kedua tim yang akan bertanding berdiri berdampingan di tengah lapangan. Mereka menundukkan kepala dan memanjatkan doa, dan diikuti penonton di tribun yang menghentikan sejenak dukungan kepada tim masing-masing.
“Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk simpati dan doa terbaik kami untuk saudara-saudara di Flores, NTT, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Juru Bicara Soekarno Cup, Anang Ma’ruf.
Menurut Anang, momen tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan saat ini berada di atas persaingan olahraga.
Para penonton dan pemain muda yang berasal dari berbagai daerah dalam momen ini dipersatukan dalam keheningan ini guna menyampaikan doa serta dukungan moral kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Setelah prosesi mengheningkan cipta selesai, pertandingan kembali dilanjutkan.
BERITA TERKAIT: