Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan kondisi fiskal pemerintah masih berada dalam batas aman, termasuk terkait defisit APBN 2026 yang belakangan menjadi sorotan investor dan pelaku pasar.
Menurut Said, persepsi negatif terhadap kesehatan fiskal Indonesia muncul akibat tingginya belanja pemerintah pada kuartal pertama tahun berjalan. Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut masih terkendali.
“Pengamat dan pelaku, para investor, semuanya melihat ada kekhawatiran tentang pengelolaan fiskal kita. Padahal defisitnya 3 persen plus lebih sedikit, itu baru kuartal pertama karena memang pemerintah melakukan *best effort* terhadap belanja di kuartal pertama,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia meyakini defisit APBN hingga akhir 2026 tidak akan melewati batas yang mengkhawatirkan.
“Saya yakin paling tinggi defisit kita di APBN 2026 itu sekitar 2,55 persen, maksimal 2,6 persen,” ujarnya.
Karena itu, Said meminta investor tidak membangun persepsi negatif terhadap kondisi fiskal nasional.
BERITA TERKAIT: