Proyek ini dilaporkan telah mencapai progres fisik sebesar 27,32 persen pada Selasa 12 Mei 2026.
Pembangunan infrastruktur ini bertujuan memperlancar arus logistik menuju kawasan industri serta mendukung mobilitas masyarakat di simpul kepadatan Bitung.
Penanganan ini difokuskan pada titik pertemuan arus dari arah Serang, Jakarta, dan Curug yang kerap mengalami bottleneck.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan terowongan ini merupakan solusi jangka panjang untuk keselamatan dan kelancaran transportasi di wilayah strategis tersebut.
"Diharapkan juga dapat memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat yang melewati jalan nasional," kata Dody dalam keterangan tertulis, Rabu 13 Mei 2026.
Konstruksi Underpass Bitung memiliki panjang 350 meter yang terletak pada Jalan Pantura STA 0+125 hingga STA 0+475. Proyek ini menggunakan desain single cell dua lajur untuk mengalirkan kendaraan satu arah dari Tangerang menuju Serang.
Perubahan desain dari double cell menjadi single cell dilakukan demi melindungi utilitas pipa PT Pertamina Gas (Pertagas) di lokasi tersebut.
Selain terowongan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten juga melakukan pelebaran jalan pada tiga segmen berbeda di sekitar akses Tol Bitung.
Kebutuhan lahan untuk proyek ini mencapai 11.257 meter persegi, dengan luas 9.094 meter persegi yang sudah dibebaskan.
Sisanya merupakan lahan milik PT Pertamina Gas seluas 2.163 meter persegi yang statusnya telah mengantongi izin prinsip untuk pengerjaan.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pembangunan Underpass Bitung rampung sepenuhnya pada tahun 2027.
BERITA TERKAIT: