Gibran Kagum Jawaban Santri Mirip Debat Capres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Minggu, 10 Mei 2026, 16:10 WIB
Gibran Kagum Jawaban Santri Mirip Debat Capres
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Foto: Setwapres)
rmol news logo Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur saat menghadiri Haul Ke-55 K.H. Abdul Wahab Chasbullah, Minggu, 10 Mei 2026.

Di tengah sambutannya, Gibran secara spontan meminta panitia menghadirkan dua sepeda ke depan panggung. Ia kemudian memanggil dua santri untuk menjawab sebuah pertanyaan.

“Apa yang membuat kamu bangga menjadi santri?” tanya Wapres. 

Salah seorang santri asal Magelang, Ahmad Alfiro Ismail, lantas menjawab dengan penuh percaya diri. Ia menyampaikan bahwa kebanggaan menjadi santri terletak pada tiga nilai utama, yakni berakhlak, berilmu, dan mampu berkiprah di tengah masyarakat. Jawaban yang runtut dan penuh keyakinan itu langsung disambut tepuk tangan para hadirin.

“Saya bangga menjadi santri, karena dengan (menjadi) santri menjadikan saya termotivasi, terinspirasi, dengan tiga moto yang saya pegang teguh dan saya pegang secara kuat, yakni berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah,” tegasnya.

Menanggapi jawaban cerdas tersebut, Gibran pun memuji kemampuan Ahmad yang dinilai mampu menyampaikan gagasannya dengan runtut dan meyakinkan.

“Wah ini kayak debat Capres,” candanya yang sontak mencairkan suasana.

Tak kalah menarik, seorang santriwati asal Jombang, Indi Febrianti Valentina, juga menyampaikan pandangannya. Menurutnya, kebanggaan menjadi santri lahir dari pendidikan akhlak serta dorongan untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia menuturkan bahwa santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga diajarkan adab, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian.

“Saya bangga menjadi santri karena seorang santri itu, selain dia mencari ilmu, tapi dia juga diajarkan untuk memiliki akhlak yang mulia. Seseorang yang diajarkan mencari ilmu saja sudah sangat susah, tapi kita juga dididik untuk memiliki akhlak yang baik. Selain itu, setelah kita sudah mencari ilmu dan mencari akhlak, setelahnya kita harus berkiprah. Sebagai santri harus bermanfaat di masyarakat,” terangnya. 

Interaksi spontan tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian haul. Banyak peserta tampak antusias mengabadikan momen ketika kedua santri menerima hadiah sepeda dari Wapres.

Kehadiran Wapres di Tambakberas sendiri disambut ribuan santri, kiai, ulama, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Wapres mengajak para santri untuk meneladani semangat perjuangan K.H. Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab sebagai tokoh pemersatu bangsa yang berpikiran maju dan cinta tanah air.

“Mbah Kiai Wahab adalah seorang tokoh penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa,” ujar Gibran.

Putra sulung mantan Presiden RI Joko Widodo itu juga menekankan pentingnya kemampuan santri dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai akhlak dan kebangsaan.

“Indonesia butuh anak-anak muda, butuh santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi. Sekarang ada konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, disrupsi teknologi, dan perubahan iklim. Santri-santri harus mampu beradaptasi,” lanjutnya.

Selain itu, Wapres turut mengapresiasi langkah Pondok Pesantren Bahrul Ulum dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dengan membuka berbagai program studi di luar bidang keagamaan seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, dan teknologi informasi.

Menanggapi jawaban para santri, Wapres mengaku optimistis terhadap masa depan generasi muda pesantren.

“Jawabannya bagus-bagus. Calon pemimpin semua ini. Jadi tenang saja Pak Kiai, ini generasi-generasi penerusnya,” ujar Wapres disambut tepuk tangan hadirin.

Acara haul berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Kehadiran Wapres menjadi perhatian tersendiri bagi para santri yang merasa bangga dapat berinteraksi langsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Turut mendampingi Wapres dalam acara ini, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Warsubi, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta segenap keluarga besar K.H. Abdul Wahab Chasbullah. rmol news logo article


EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA