Mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang dipertimbangkan untuk menggantikan Laksamana TNI Muhammad Ali yang akan memasuki masa pensiun.
Pengamat politik, Adib Miftahul menilai Hersan memiliki kombinasi pengalaman yang jarang dimiliki perwira lain. Ia dinilai memahami operasi tempur, tata kelola organisasi, hingga dinamika pengambilan keputusan di tingkat negara.
“Kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang tiga juga semakin menguatkan sinyal bahwa Hersan masuk dalam radar suksesi KSAL. Bahkan, sejak promosi tersebut, namanya konsisten disebut sebagai kandidat potensial dalam bursa pimpinan TNI AL,” kata Adib kepada wartawan di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Meski demikian, ia menyebut penentuan KSAL sepenuhnya merupakan kewenangan presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI.
“Faktor kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alutsista akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang tepat memimpin TNI Angkatan Laut ke depan,” ujarnya
Ia menambahkan pergantian KSAL kali ini dinilai krusial, mengingat tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks.
“Sosok yang terpilih tidak hanya dituntut kuat secara militer, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi dan visi strategis di kawasan Indo-Pasifik,” tandasnya.
Hersan bukan sosok baru di lingkar kekuasaan maupun struktur strategis militer, selain pernah menjadi ajudan presiden, jebolan AAL 1994 ini juga menempati sejumlah jabatan penting, mulai dari komandan kapal perang hingga posisi strategis di Mabes TNI.
Kariernya yang lengkap, baik di lapangan maupun di level kebijakan menjadi salah satu faktor yang membuat namanya mencuat.
Selain Hersan, ada juga nama-nama lain yang berpeluang menggantikan Muhammad Ali. Di antaranya Wakasal Laksdya TNI Edwin, Wagub Lemhannas Laksdya TNI Erwin Aldedarma, Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah, dan Pangoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata.
BERITA TERKAIT: