Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, menyampaikan selamat menempuh perjalanan ibadah haji kepada seluruh jamaah haji, khususnya yang berasal dari Indonesia.
"Mudah-mudahan diberikan kelancaran perjalanannya hingga sampai ke Tanah Suci, diberikan kemampuan menjalankan aktivitas ibadah," kata sosok yang akrab disapa Prof Ni'am.
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini memberikan pesan kepada seluruh jamaah haji untuk memenuhi dan mematuhi berbagai peraturan perundang-undangan, baik saat berada di Indonesia maupun di Arab Saudi.
Prof Ni'am juga berpesan agar jamaah haji dapat menjaga kesehatan agar pada saat puncak pelaksanaan ibadah haji dapat terlaksana dengan kondisi sempurna, baik ibadah fisiknya, rohaninya dan quliyahnya.
Dia juga mengungkapkan, kloter pertama jamaah haji akan tinggal di Tanah Suci hingga puncak ibadah haji dengan waktu yang cukup lama. Saat berada di Madinah, ia mengimbau kepada jamaah agar fokus melaksanakan ibadah.
"Melakukan refleksi atas kehidupan Nabi Muhammad SAW serta sahabat agar kita dapat meneladani kehidupan beliau dalam keseharian, baik sebagai individu, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," paparnya.
Kemudiaan, Prof Ni'am menyampaikan pesan kepada jamaah untuk memperkaya wawasan dengan membaca literatur seputar Madinah dan tempat-tempat bersejarah, serta melakukan refleksi sejarah untuk dijadikan ibrah (pelajaran).
"Misalnya saat ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, ke Jabal Uhud, ke Makam Baqi, dan tentu ke Makam Rasulullah SAW serta para sahabat," tegasnya.
Prof Ni'am juga berpesan kepada jamaah haji untuk bermunajat di tempat-tempat mustajab, khususnya di Raudhah. Prof Ni'am mengajak jamaah haji untuk mendoakan bangsa Indonesia agar dijadikan bangsa yang aman, damai dan sejahtera.
"Pemimpinnya diberikan ma'unah oleh Allah SWT dan diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memimpin dengan adil untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini berpesan agar jamaah haji memiliki pemahaman untuk menjaga kondisi fisik. Dia mengingatkan kepada jamaah haji agar tidak memaksakan diri menjalankan berbagai aktivitas sunnah di tengah kondisi cuaca yang mungkin belum familiar.
"Kemudiaan kondisi fisik yang kadang juga memiliki keterbatasan karena suasana senang di tempat yang baru, sehingga terlena. Akhirnya pada saat harian kondisi fisik sudah terkuras. Ini penting untuk dipahami kepada seluruh jamaah haji," tutupnya.
BERITA TERKAIT: