Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, situasi politik saat ini ibarat air tenang yang justru menyimpan pergerakan di bawah permukaan.
“Saya percaya kadang situasi politik itu mirip seperti air. Kalau airnya tenang, sebetulnya kekuatan-kekuatan politik yang bersaing itu sedang mengendap, memantau. Nanti kalau presiden agak kepeleset, mereka bisa langsung naik,” ujar Hensa lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 14 April 2026.
Ia menilai kondisi ini menjadi peringatan agar Prabowo lebih waspada dalam mengelola koalisi yang ada.
“Air yang tenang ini, kondisi politik di koalisinya Prabowo. Menurut saya Prabowo mesti hati-hati,” tegasnya.
Hensa juga menyoroti adanya serangan-serangan tidak langsung yang mulai diarahkan ke lingkar kekuasaan, meskipun tidak secara eksplisit menyasar Presiden.
“Serangan ke Prabowo itu diam-diam banyak juga. Misalnya soal pengadaan motor listrik, pengadaan mobil operasional dari India. Walaupun tidak langsung ke Prabowo, tapi arahnya ke sana,” jelasnya.
Sementara itu, aktivis Haris Azhar menambahkan bahwa di sekitar kekuasaan terdapat lingkaran-lingkaran tertentu yang memiliki pengaruh masing-masing. Ia menyebut adanya sirkel tertentu yang memiliki zona pengaruh sendiri dan kerap saling berebut posisi.
“Pasti ada rebutan pengaruh ke Prabowo. Bahasa umumnya, ada perebutan pengaruh pada penguasa utama,” ujar Haris.
Keduanya sepakat bahwa kunci utama ada pada bagaimana pemimpin mengelola dinamika tersebut agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
“Balik lagi, penguasa utamanya mengelolanya seperti apa,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: