Hensa, sapaan akrabnya, berpendapat, Anies harus memilih jalan tetap idealis atau pragmatis untuk tetap berada di konstelasi politik nasional.
"Anies ini pilihannya sekarang memang enggak enak, kalau idealis bisa jadi dia hilang dari percaturan nasional. Kalau dia pragmatis mungkin banyak pendukungnya nggak suka," kata Hensa, Senin, 6 April 2026.
Mantan Capres 2024 itu bisa saja menjadi idealis dan membesarkan partai besutannya, Gerakan Rakyat yang baru-baru ini ia luncurkan.
Namun, Hensat yang juga Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini mengingatkan bahwa partai tersebut masih harus melewati verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum bisa mengusung calon presiden.
Proses itu, tidak mudah dan membutuhkan biaya besar. Belum lagi juga tantangan-tantangan politik yang akan ia hadapi selama membesarkan partainya tersebut.
"Ini kan lawan-lawan politiknya, kalau Anies mau maju kan enggak diem aja," kata Hensa.
Hensa memandang Anies bisa menjadi pragmatis dengan membuka kemungkinan dirinya bergabung dengan kendaraan politik yang sudah ada.
Ini bisa menjadi pilihan mudah agar namanya tetap berada di peredaran politik nasional. Meski juga bisa saja ia tak diusung sebagai capres melainkan sebagai wapres
"Sosok ini masih punya massa, iya. Tapi siapa yang membawa massanya dia kan, nah ini yang harus dipertimbangkan oleh Anies," pungkas Hensa.
BERITA TERKAIT: