Di acara itu, Anies juga sempat bertemu dan berbincang dengan SBY dan Ketua Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Namun kehadiran Anies Baswedan di Cikeas, dalam acara halalbihalal, seperti menjadi masalah serius," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Jumat 27 Maret 2026.
Apalagi belakangan, Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar, tegas mengatakan Anies Baswedan tidak diundang. Tapi sebagai tuan rumah, SBY dan AHY tentu harus menerima Anies Baswedan dengan baik.
"Agaknya Partai Demokrat perlu menggarisbawahi bahwa Anies Baswedan tamu tak diundang," kata Erizal.
Hal berbeda dengan Yenny Wahid, Jimly Asshiddiqie, Sufmi Dasco Ahmad, dan lain-lain yang jelas-jelas diundang.
"Tapi, khusus untuk Anies Baswedan perlu diketahui publik, terutama pihak Istana, bahwa ia tamu tak diundang," kata Erizal.
Memang, kata Erizal, pihak Anies Baswedan seperti ingin mencari "poin" atas pertemuan itu. Apalagi pertemuan Anies dengan SBY dan AHY pertama kali diunggah oleh Merry Riana, motivator terkenal yang belakangan bergabung dengan Partai Demokrat.
"Kalau tak diklarifikasi, bahwa Anies tidak diundang, maka bobot politiknya memang akan jauh berbeda," kata Erizal.
Klarifikasi yang dibuat Partai Demokrat belakangan, tujuannya apa lagi kalau bukan lingkaran dalam Istana, khususnya Presiden Prabowo Subianto sendiri.
"Saat AHY mulai turun ke daerah pun, ia minta izin kepada Prabowo agar tak disalahartikan sebagai manuver politik tersendiri. Masak mengundang Anies, lalu diam-diam saja?" pungkas Erizal.
BERITA TERKAIT: