Forum ini diselenggarakan sebagai ruang dialog konstruktif untuk mempercepat implementasi visi Kapolri di tingkat akar rumput yang dimana forum ini dihadiri oleh berbagai elemen baik mahasiswa maupun masyarakat.
Acara dibuka dengan opening speech oleh Juan Aqskal, perwakilan dari Warga Sumatera, yang menekankan bahwa transformasi Polri dapat dilakukan secara bersama-sama antara institusi dan warga negara.
Diskusi ini melahirkan ruang artikulasi gagasan yang progresif, menimbang berbagai macam perspektif untuk menghasilkan rekomendasi gagasan dalam pembenahan institusi sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian publik yang konstruktif
"Kami hadir di sini bukan hanya untuk mengevaluasi, tetapi untuk memberikan perspektif dari akar rumput. Warga Sumatera menaruh harapan besar agar visi 'Presisi' tidak hanya berhenti pada tataran manajerial, tetapi bertransformasi menjadi budaya pelayanan yang tulus. Kami ingin mendorong Polri untuk melepas sekat-sekat ego sektoral demi efektivitas penegakan hukum yang berkeadilan," ujar Juan Aqskal dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 7 Maret 2026
Melalui diskusi ini, Warga Sumatera menegaskan posisinya sebagai mitra kritis dan strategis Polri. Gerakan kolektif ini berkomitmen untuk terus memberikan masukan objektif demi mewujudkan institusi kepolisian yang modern dan dipercaya sepenuhnya oleh rakyat.
Sebagai penutup diskusi, Warga Sumatera merumuskan sejumlah rekomendasi profesional yang akan disampaikan kepada pihak terkait, termasuk usulan penguatan jalur komunikasi dua arah antara kepolisian daerah dengan komunitas lokal guna memitigasi konflik sosial secara preventif.
"Diskusi ini adalah bentuk kepedulian kami. Kami yakin dengan keterbukaan terhadap masukan publik, Polri akan semakin kuat, profesional, dan dicintai masyarakat sebagai pelindung yang sejati," tutup Juan Aqskal.
BERITA TERKAIT: