Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno saat menjadi pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang diselenggarakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Rabu 11 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari polarisasi sosial, disrupsi digital, hingga dinamika geopolitik global yang berimplikasi pada kondisi ekonomi nasional.
Dalam konteks tersebut, kata dia, Empat Pilar menjadi jangkar nilai yang menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap kokoh dalam prinsip persatuan dan keadilan sosial.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar akan membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Selasa 24 Februari 2026.
Eddy juga mengajak mahasiswa untuk tidak bersikap apatis terhadap politik dan proses legislasi. Menurutnya, politik adalah instrumen untuk menghadirkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
Oleh karena itu, ruang-ruang pendidikan politik seperti Sekolah Legislatif harus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan yang berbasis nilai konstitusi.
“Legislasi bukan sekadar proses membuat undang-undang, tetapi memastikan setiap kebijakan mencerminkan nilai Pancasila dan semangat konstitusi. Mahasiswa perlu terlibat aktif, kritis, namun tetap konstruktif,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: