Melalui program Samudera Bahari, mahasiswa IPB University mendampingi ibu-ibu Desa Kronjo dalam pembuatan dendeng ikan asin berbahan dasar ikan tembang. Tak hanya teknik pengolahan ikan, para peserta juga dibekali keterampilan dalam aspek pengemasan hingga pemasaran digital.
Pada pelatihan perdana, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan dendeng ikan asin bersama Julastri, Ketua RT 03 Desa Kronjo, narasumber sekaligus pemandu setiap tahapan produksi. Julastri mendemonstrasikan mulai dari pembersihan ikan tembang, pembumbuan, hingga teknik pengeringan khas yang membedakan dendeng ikan asin dengan ikan asin pada umumnya. Peserta juga mempraktikkan pembuatan ikan asin original sebagai pembanding.
"Pelatihan seperti ini tentunya sangat baik, terutama bisa menyasar ke ibu-ibu pesisir yang tidak memiliki kegiatan, sehingga mereka bisa belajar dengan adanya kegiatan ini," ujar Julastri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para ibu mengikuti setiap tahapan dengan seksama hingga berhasil menghasilkan dua produk, yaitu dendeng ikan asin dan ikan asin original, yang kemudian memasuki tahap penjemuran.
Pendampingan berlanjut melalui pelatihan pengemasan produk dan pembuatan akun e-commerce. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan daya saing produk melalui kemasan yang lebih menarik sekaligus memperluas akses pasar secara digital.
Ikan asin hasil olahan masyarakat dikemas menggunakan standing pouch ukuran 250 gram yang dilengkapi stiker hasil rancangan tim mahasiswa. Selain itu, peserta memperoleh pelatihan membuat akun Shopee dan TikTok Shop.
"Ikan asin sebaiknya dikemas secara baik agar bisa menarik minat pembeli," ujar Mega, anggota tim PPK Ormawa Himiteka yang memberikan pelatihan pengemasan kepada peserta.
Menurut salah satu perwakilan Dinas Perikanan yang hadir, kemampuan memasarkan produk melalui platform digital akan membantu kelompok perempuan Desa Kronjo menjangkau konsumen yang lebih luas.
"Pelatihan pembuatan akun e-commerce ini nantinya bisa sangat membantu Desa Kronjo agar penjualan produk hasil perikanan bisa dijangkau hingga ke luar daerah," imbuhnya.
Natasya Amelia Putri anggota tim mahasiswa mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat pesisir dalam mengolah hasil tangkapan ikan tembang menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan menjual ikan segar.
“Program ini juga diharapkan membuka ruang aktivitas produktif bagi perempuan di Desa Kronjo sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.
Ia dan tim berharap program Samudera Bahari menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi kelautan secara lebih optimal.
BERITA TERKAIT: