Hal itu disampaikan Setyo saat memberikan sambutan di acara pelantikan pejabat tinggi madya atau deputi di Gedung Juang pada Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu 18 Februari 2026.
Setyo mengatakan, proses seleksi yang panjang dan ketat telah menghasilkan tiga nama terbaik, yakni Aminuddin sebagai Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Asep Guntur Rahayu sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, dan Ely Kusumastuti sebagai Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, yang kini resmi mengemban jabatan deputi definitif di KPK.
"Tentu ini adalah sebuah kepercayaan yang sangat luar biasa, meskipun satu sisi ada yang tidak terpilih," kata Setyo dalam sambutannya.
Menurutnya, terpilihnya tiga deputi tersebut merupakan hasil penilaian menyeluruh tim seleksi, sekaligus bagian dari kehendak Tuhan.
Setyo menekankan bahwa jabatan deputi adalah posisi strategis yang menentukan hidup matinya kinerja organisasi. Deputi tidak boleh pasif karena akan berdampak langsung pada kinerja direktorat di bawahnya.
"Jabatan Deputi ini jabatan yang sangat strategis. Harus bisa menggerakkan Kedeputian, tetapi gerakan dari Kedeputian ini menentukan langkah ekosistem yang ada di KPK. Jadi kalau misalkan Deputinya pasif, maka para direkturnya pun juga akan seperti itu," terang Setyo.
Ia juga menuntut para deputi bersikap adaptif, visioner, dan mampu membaca arah perkara bahkan sebelum dipaparkan penyidik.
"Tidak bisa kemudian kita hanya berdiam di tempat, harus bisa adaptif," kata Setyo.
BERITA TERKAIT: