Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada sejumlah lembaga untuk mengusulkan perwakilan sebagai anggota Pansel OJK.
Surat tersebut antara lain dikirimkan kepada Bank Indonesia (BI) serta institusi terkait lainnya yang akan terlibat dalam susunan Pansel OJK.
“Ini kami sedang mengirim surat ke BI dan pihak-pihak terkait untuk mengirimkan perwakilan sebagai anggota Pansel,” kata Purbaya usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit 2026, dikutip Rabu 4 Febuari 2026.
Purbaya menjelaskan, Pansel OJK nantinya akan diisi oleh perwakilan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sektor keuangan, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Komposisi tersebut dimaksudkan untuk menjaga independensi dan profesionalisme proses seleksi pimpinan otoritas jasa keuangan.
Selain unsur otoritas, pemerintah juga akan melibatkan perwakilan masyarakat dan sektor swasta. Untuk unsur tersebut, pendekatan akan dilakukan secara langsung.
“Untuk yang private dari masyarakat, kami akan mengontak satu per satu untuk menjadi anggota Pansel,” kata Purbaya.
Sebagai informasi, sejumlah pejabat tinggi OJK mengundurkan diri secara serentak pada Jumat 30 Januari 2026. Pengunduran diri tersebut terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026.
Beberapa pejabat yang mundur antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek Ida Bagus Aditya Jayaantara, serta Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.
BERITA TERKAIT: