Penegasan itu disampaikan pria yang kerap dipanggil Gus Yahya usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Gua Yahya menjelaskan, BoP tidak hanya berfungsi sebagai forum diplomasi, tetapi juga sebagai instrumen mobilisasi pembiayaan berskala besar bagi Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
“Iuran itu memang dibutuhkan karena yang akan dilakukan adalah satu agenda pembiayaan besar-besaran untuk Gaza itu ya,” ujarnya.
Menurut Yahya, iuran yang dibayarkan para partisipan diarahkan secara langsung untuk mendukung proses pemulihan dan pembangunan Palestina.
Ia menegaskan, seluruh anggota BoP diminta berkontribusi sebagai bentuk tanggung jawab kolektif terhadap perjuangan kemanusiaan.
“Sehingga memang dibutuhkan semacam mobilisasi pembiayaan untuk itu, sehingga para partisipan yang ikut di dalam dewan itu juga diminta untuk beriuran. Itu sebagai iuran untuk, untuk Gaza, untuk pembangunan Palestina,” jelasnya.
Menanggapi kritik publik terkait iuran tersebut, Yahya menyebut para tokoh Islam yang hadir dalam pertemuan telah memperoleh penjelasan utuh dari Presiden Prabowo mengenai dasar pertimbangan kebijakan bergabung dengan BoP.
Gus Yahya menyebut, paparan Presiden Prabowo membuat seluruh tokoh yang hadir memahami dan dapat menerima langkah strategis yang diambil pemerintah.
Bahkan, mereka menaruh kepercayaan penuh kepada Presiden untuk memimpin perjuangan membantu Palestina melalui jalur BoP.
“Dan tadi Presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu, dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: