Demikian penegasan Ketua Umum Generasi Muda Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi dalam konferensi pers bertajuk “Ganyang Penjajahan Gaya Baru: Tolak BoP!” di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat 6 Maret 2026.
menilai, langkah keluar dari BoP perlu didorong oleh seluruh elemen masyarakat agar pemerintah segera mengambil keputusan yang jelas terkait posisi Indonesia dalam forum tersebut.
“Memang harus ada dorongan dari seluruh elemen mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyatakan secara tegas kita menyatakan keluar dari BoP,” kata Nawawi di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat 6 Maret 2026.
Nawawi mengatakan, momentum untuk keluar dari forum tersebut semakin kuat, terutama setelah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng) yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Nawawi berpandangan, situasi tersebut dapat menjadi alasan bagi Indonesia untuk mengevaluasi keterlibatannya dalam forum yang mengklaim diri sebagai wadah perdamaian.
“Saya pikir ini
exit doornya itu sudah pas ketika memang Amerika dan Israel hari ini membom, melanggar hukum internasional menyerang Iran,” kata Nawawi.
Kondisi tersebut, lanjut Nawawi, justru menunjukkan kontradiksi dengan narasi perdamaian yang selama ini dibangun melalui forum tersebut.
“Mereka katanya memimpin Dewan Perdamaian, tapi mereka juga menciptakan perang," kata Nawawi.
Situasi ini, mendesak para aktivis muda menggelar aksi damai pada Sabtu-Minggu, 7-8 Maret 2026 pukul 17.00 WIB di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat.
BERITA TERKAIT: