Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti pun menyinggung sejarah Jepang pasca Perang Dunia II.
Ia mengingatkan bagaimana Kaisar Hirohito, di tengah kehancuran Hiroshima akibat bom atom, justru bertanya tentang jumlah guru yang masih hidup.
“Pertanyaan ini menandai sebuah kesadaran mendalam: masa depan bangsa tidak ditentukan oleh apa yang tersisa dari peperangan, melainkan oleh siapa yang mampu menumbuhkan kembali akal dan karakter manusia,” ujar Azis dalam keterangan tertulis, Selasa 3 Februari 2026.
Menurut Azis, Jepang bangkit melalui pembangunan pendidikan yang konsisten dan berkelanjutan. Sekolah dijadikan pusat pemulihan peradaban, guru dimuliakan, dan pendidikan diarahkan untuk membentuk disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja.
Azis menilai pelajaran sejarah tersebut relevan dengan Indonesia saat ini. Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pendidikan mulai ditempatkan sebagai poros pembangunan nasional.
Legislator Gerindra ini pun menyoroti program makan bergizi bagi anak sekolah, santri, ibu hamil, dan balita sebagai kebijakan mendasar untuk membangun kecerdasan generasi sejak dini.
“Kecerdasan tidak mungkin berkembang optimal tanpa pemenuhan gizi,” kata Azis.
BERITA TERKAIT: