Siswa berinisial YS itu sempat menulis surat kepada ibunya sebelum gantung diri. Isi suratnya terkait permintaan untuk membeli buku tulis yang tidak bisa dipenuhi lantaran kondisi ekonomi.
Terkait itu, pengamat politik Rocky Gerung melihat ada yang salah dalam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
“Siapapun yang membayangkan (atas) kejadian itu, pasti menemukan ada yang salah di dalam syarat-syarat bangsa memelihara peradaban. Ada yang salah dengan kebijakan pemerintah di dalam memastikan keadilan sosial,” ujar Rocky dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Senin malam, 2 Februari 2026.
Lanjut dia, saat ini pemerintah terbuai dengan isu-isu besar seperti Danantara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga misi menggenjot pertumbuhan ekonomi.
“Tapi publik disadarkan pada hal kecil yang membuat kita mengingat human solidarity tak lagi berkemah di dalam upaya kita untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,” jelasnya.
Akademisi yang dikenal kritis ini menilai fenomena ini menjadi alarm keras terutama bagi pemerintah yang gagal merespons isu-isu sosial masyarakat.
“Kemampuan kita untuk menyadari soal-soal semacam ini. Menyadari artinya bahwa di belakang kebijakan yang memaksa pertumbuhan ekonomi 6, 7 bahkan 8 persen ternyata ada yang tercecer dalam upaya kita memahami gerak gerik pemerintah yang hilang menggelorakan kembali kebesaran bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya YS ditemukan gantung diri di pohon cengkeh di kebun milik neneknya pada Kamis, 29 Januari 2026.
BERITA TERKAIT: