Hal tersebut disampaikan Pengamat Rocky Gerung, dalam Program Rakyat Bersuara yang dipandu Jurnalis Senior Aiman Wicaksono, yang tayang di Youtube, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Pernyataan Rocky itu merupakan respons terhadap pertanyaan Aiman, dengan penyampaian tegas dan nampak emosional.
“Pak Bahlil baru kemudian menyampaikan informasi…,” ujar Aiman belum menyelesaikan pertanyaannya.
“Ngapain lu sebut-sebut nama Bahlil? Enggak ada gunanya itu!” sambar Rocky menunjukan wajah geram.
“(Ada impor) 70% minyak dari Amerika,” sambung Aiman memperjelas konteks pertanyaannya.
Rocky menegaskan, soal persentase impor minyak yang akan dominan ke AS itu hanya persoalan angka, tapi tidak menjadi solusi yang bakal dirasakan baik oleh masyarakat, karena akan berkaitan dengan harga yang akan dikenakan.
"Itu bagian yang ada statistiknya, grafiknya. Tapi real-nya itu, emak-emak nunggu 2 minggu ini, dia mau pakai apa? Lebaran gimana? Gojek mau kasih harga berapa?" katanya.
Lebih lanjut, Rocky memandang solusi yang benar-benar berpihak kepada masyarakat adalah memberikan subsidi dalam hal penggunaan energi alternatif.
“Cara yang paling mudah gratiskan listrik. Listrik gratis, emak-emak bisa masak gak? Gak bisa. Kasih dia kompor listrik. Cuman itu energi yang bisa kita pakai, dan surplus energi kan, listrik kita kan surplus. Kenapa? Karena ada deindustrialisasi, bukan karena ada power plant baru,” tuturnya.
“Buat subsidi, gratiskan saja Kalau Presiden Prabowo mau menstabilkan keadaan. Sekarang pasti gelisah (masyarakat ngelihat ada peperangan). Mau dengar nasihat dari siapa? Dari Bahlil?” demikian Rocky menyindir.
BERITA TERKAIT: