Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana operasi yang disusun Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam mendukung kelancaran arus mudik, arus balik, hingga akses masyarakat ke berbagai lokasi wisata selama libur Lebaran.
“PT Transjakarta memastikan penyelenggaraan layanan khusus Lebaran ini tidak akan mengganggu kinerja dan kualitas layanan pada rute reguler yang sudah ada,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat, Transjakarta melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk mengaktifkan kembali rute 10C yang melayani kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai shuttle bagi pemudik yang menggunakan transportasi laut.
Selain itu, jam operasional sejumlah rute yang melintasi stasiun kereta api jarak jauh seperti Stasiun Gambir dan Pasar Senen diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB pada periode puncak mudik.
Layanan Angkutan Malam Hari (AMARI) juga tetap dioperasikan selama 24 jam di sejumlah koridor utama guna memastikan konektivitas transportasi tetap terjaga.
Tak hanya itu, Transjakarta turut menyiapkan rute khusus Lebaran yang menghubungkan Terminal Pulo Gebang dengan sejumlah terminal lain di Jakarta pada waktu dini hari untuk mengakomodasi pergerakan pemudik.
Pada hari pertama Idulfitri, operasional Transjakarta akan dimulai lebih siang, yakni pukul 09.00 WIB, untuk memberikan kesempatan bagi pramudi dan petugas melaksanakan salat Id. Pada hari tersebut, masyarakat juga dapat menikmati layanan Transjakarta dengan tarif khusus sebesar Rp1.
Selama periode libur Lebaran, Transjakarta turut menyiagakan layanan menuju sejumlah destinasi wisata populer seperti Ancol, Ragunan, TMII, hingga kawasan Kota Tua dan Monas, guna mengantisipasi peningkatan kunjungan masyarakat.
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maupun aplikasi TJ:Transjakarta agar perjalanan selama masa Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
BERITA TERKAIT: