Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan yang belum kondusif akibat eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum menyarankan agar rencana pengiriman pasukan tersebut tidak hanya ditunda, tetapi dibatalkan.
“Sebaiknya dibatalkan,” tegas Anas lewat akun X miliknya, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menilai perubahan dinamika geopolitik global, khususnya sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah mengubah arah misi yang sebelumnya diharapkan sebagai upaya perdamaian.
Menurutnya, sosok Trump yang semula dipandang sebagai bagian dari misi perdamaian justru kini berperan sebaliknya.
“Sebab Trump sudah batal sebagai imam perdamaian, sebagaimana misi awal BoP. Sebaliknya, Trump justru menjadi imam perang dan pengganas kemanusiaan,” ujarnya.
Anas menegaskan, dalam kondisi konflik yang semakin memanas, pemerintah perlu mempertimbangkan secara matang risiko dan dampak dari pengiriman pasukan, agar tidak menimbulkan konsekuensi yang merugikan bagi Indonesia maupun stabilitas kawasan.
BERITA TERKAIT: