Momen itu mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara sebagai wujud penguatan kemitraan strategis di bidang politik, pertahanan, dan keamanan.
Mereka yakni Menlu RI Sugiono dan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, serta delegasi Turki yang dipimpin Menlu Turki Hakan Fidan dan Menhan Nasional Turki Ya?ar Güler.
Tentunya, pertemuan 2+2 ini merupakan tindak lanjut langsung dari kesepakatan para Kepala Negara Indonesia dan Turki dalam Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi sebelumnya, serta jadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri dan pertahanan kedua negara dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global.
Dalam pertemuan ini, kedua negara membahas beberapa isu mulai dari perkembangan hubungan bilateral, isu-isu strategis regional dan global, serta arah penguatan kerja sama pertahanan dan industri pertahanan.
"Sinergi antara diplomasi dan pertahanan merupakan elemen kunci dalam menjaga stabilitas regional dan global. Kerja sama pertahanan Indonesia–Turki diarahkan untuk meningkatkan interoperabilitas, kesiapan operasional, serta kontribusi aktif kedua negara dalam misi perdamaian dunia dan upaya kemanusiaan," kata Menhan Sjafrie dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, 10 Januari 2026.
Indonesia-Turki juga sepakat memberi dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, penguatan peran negara-negara berkembang melalui forum multilateral, serta pentingnya dialog dan kerja sama sebagai dasar penyelesaian konflik global.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kemitraan, serta mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Turki untuk menjadikan format dialog 2+2 sebagai mekanisme strategis berkelanjutan.
Selanjutnya kedua pihak sepakat bahwa pertemuan 2+2 ke depan akan diselenggarakan di Jakarta.
BERITA TERKAIT: