Pertemuan digelar dalam dua sesi, yakni pembicaraan empat mata (
one-on-one) dan yang kedua pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara.
Dalam pertemuan empat mata itu membahas mengenai kebijakan pertahanan nasional Indonesia, khususnya terkait pengelolaan stabilitas nasional.
“Saya juga cerita mengenai bagaimana kita update mengenai perkembangan global yang juga mempunyai pengaruh kepada Indonesia,” jelas Sjafrie.
Tak hanya itu, kedua menteri juga membahas penguatan kerja sama pertahanan bilateral antara Indonesia dan Australia dalam skema trilateral yang melibatkan Papua Nugini.
Gagasan kerja sama trilateral juga berkembang dengan melibatkan Jepang bersama Indonesia dan Australia.
Selain itu, kedua pihak turut membahas kemungkinan pengembangan fasilitas pelatihan militer yang akan diselenggarakan di Morotai, Maluku Utara.
“Kita akan sama-sama memperbaiki (infrastruktur pertahanan di Morotai) dan kita sama-sama gunakan,” tegasnya.
Untuk bahasan pertemuan bilateral, kedua negara sepakat mempercepat implementasi Jakarta Treaty yang sebelumnya ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Jakarta pada Februari lalu.
BERITA TERKAIT: