Demikian pandangan Direktur ABC Riset & Consulting Erizal melalui keterangannnya, Kamis 8 Januari 2026.
"Usulan-usulan kreatif seperti ini yang mestinya keluar dari seorang politisi cerdas dan punya niat baik untuk demokrasi," kata Erizal.
Dengan demikian, kata Erizal, bukan serta merta menghapus sistem pemilihan langsung dan kembali ke sistem perwakilan.
Menurut Erizal, lewat Pilkada langsung saja banyak kepala daerah yang sudah terpilih tak lagi peduli dengan rakyatnya.
"Apalagi, kalau tak dipilih oleh rakyat," kata Erizal.
"Kepala daerah dipilih DPRD banyak minusnya ketimbang plusnya," sambungnya.
Bukan mustahil, kata Erizal, kepala daerah hanya memperhatikan kepentingan anggota DPRD daripada rakyat.
"Alasan efisiensi dan efektivitas tak bisa diadu dengan alasan demokrasi," pungkas Erizal.
BERITA TERKAIT: