Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Jumat, 02 Januari 2026, 03:26 WIB
Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat
Ilustrasi kepala daerah. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Usulan agar kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan cerminan ketakutan terhadap suara rakyat.

Demikian penegasan pemerhati sosial dan politik Azas Tigor Nainggolan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 2 Januari 2026.

"Elite partai politik berhitung bahwa Pilkada lewat DPRD jauh lebih mudah dan lebih murah," kata Tigor.

Menurut Tigor, calon kepala daerah atau partai politik pengusung lebih mudah melobi dan mendekati, hanya lewat elite partai politik, tanpa bersentuhan langsung dengan rakyat.

"Tidak perlu ada yang ditakutkan untuk pendekatan pada anggota DPRD karena sama kualitasnya," kata Tigor.

Sementara pilkada langsung rakyat, kata Tigor, partai politik atau pasangan calon harus mendekati ratusan ribu bahkan jutaan rakyat pemilih.  

"Jelas pilkada langsung rakyat itu sulit dan mahal, Itulah demokrasi dan suara rakyat langsung," kata Tigor. 

Terpenting lagi, lanjut Tigor, para calon kepala daerah dan partai politik takut berhadapan dengan kekuatan massa rakyat.  

"Selama ini para elite partai politik memanipulasi kekuatan rakyat dengan kekuatan uang," kata Tigor. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA